Kuliner martabak,
merupakan sajian yang biasa ditemukan di Arab Saudi terutama di wilayah
Hijaz, selain itu terdapat pula di Yaman, Indonesia, Malaysia,
Singapura dan Brunei. Tergantung pada lokasinya, nama dan komposisi
martabak pun dapat bervariasi.
Di Indonesia ada dua jenis martabak, yaitu martabak asin yang terbuat
dari campuran telur dan daging. Dan martabak manis atau sering kita
kenal dengan sebutan terang bulan yang terebuat dari adonan tepung terigu dan coklat kacang. Berbeda dengan martabak telur, martabak manis merupakan jenis kue atau roti isi selai yang biasa dinikmati pada saat santai sebagai camilan ringan.
Menurut sejarahnya, kehadiran makanan martabak di Indonesia bermula
sekitar tahun 1930-an, dari seorang pemuda asal Tegal yang mengadu nasib
berjualan makanan dan mainan anak-anak
pada perayaan yang dilangsungkan di kota-kota besar seperti Semarang.
Di kota inilah, seorang pemuda tersebut berkenalan dengan seorang pemuda
India yang memiliki keahlian membuat makanan yang terbuat dari adonan
terigu yang bernama martabak. Dialah salah satu pemuda India yang
berhasil memodifikasi martabak dari resep aslinya. Kedua pemuda ini,
mulai berbisnis martabak dengan menyesuaikan citarasa maupun kebiasaan
masyarakat Indonesia, terutama orang Jawa, yang pada umumnya menyukai
makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka daging. Sampai saat ini,
jenis martabak yang ditemui di pelosok Indonesia, merupakan hasil
modifikasi.
Konsumen
Kebanyakan pembeli martabak unyil adalah mahasiswa, karena usaha Aziz
berada di komplek antara kampus UGM dan UNY. Namun secara umum semua
masyarakat dapat dijadikan sebagai target pasar usaha ini, karena produk
yang ditawarkan dapat dikonsumsi anak kecil, remaja bahkan orang tua.
Rasanya yang manis, bentuknya yang unik, dan harganya yang murah dapat
dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.
http://bisnisukm.com/peluang-bisnis-martabak-unyil-2.html
No comments:
Post a Comment