Friday, June 1, 2012

RUMAH MAKAN RAWON GULING: MAKANAN TRADISIONAL BERTAHAN KARENA PUNYA PASAR YANG UNIK


Boomingnya bisnis makanan di Indonesia disusul munculnya merek-merek baru pada bisnis ini, tak membuat makanan tradisional kehilangan penggemarnya. Tengok saja, masakan Padang dengan warung makan Padang yang tersebar di mana-mana, hingga sate dan soto Madura yang tidak pernah mati di  berbagai sudut kota Jakarta.

Salah satu makanan tradisional yang memiliki penggemar tersendiri dan  telah difranchisekan adalah Rumah Makan Tradisional Rawon Guling asal Jawa Timur yang beroperasi sejak sebelum Indonesia Merdeka (1941), di perbatasan Pasuruan memasuki Probolinggo Jawa Timur. Kendati sudah berusia lebih dari setengah abad, rumah makan yang menyajikan menu khas Jawa Timut ini  baru difranchisekan sejak Mei tahun lalu.


“Saya tidak mau obral memfranchisekan Rawon Guling dan saya sangat konsisten dengan system bisnis yang matang dan berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan franchise sehingga dimana pun gerai franchisee Rawon Guling, memiliki taste yang sama, pelayanan yang sama, proses pengolahan dan tentunya memiliki omset yang menguntungkan dimana pun berada,” ujar Suprayitno, sang owner kepada www.majalahfranchise.com kemarin.

Kejenuhan pasar terhadap makanan tradisional yang menyuguhkan taste dan proses pengolahan yang tetap sama secara turun-temurun terbukti tidak membuat pasar jenuh, karena ternyata makanan tradisional memiliki pasar yang sangat unik.

“Bila orang mengingat-ingat kembali kenangan di kampong halamannya, biasanya bisa melalui berbagai hal, tetapi umumnya orang lebih cenderung ke makanan tradisional,” jelas Suprayitno. Sembari menenggarai bahwa, kebanyakan gerai yang ada di luar Jatim juga memiliki pasar, karena di Indonesia orang Jawa yang suka rawon guling ada di mana-mana di Indonesia, disamping orang luar Jawa yang memang suka rawon guling.

Dengan bangga, Suprayitno juga menjelaskan, bahwa di beberapa gerai Rawon Guling, terutama di perbatasan Pasuruan-Probolinggo  menjadi tempat makan favorit para  pejabat. “Kurang lebih 60% dari pengunjung regular kami setiap bulan dikunjungi oleh para pejabat pemerintah yang hendak ke Surabaya,” ujarnya bangga.
http://www.majalahfranchise.com/?link=berita&id=233

No comments:

Post a Comment