Sunday, June 3, 2012

Klenger Burger, Kisah Sukses Pejuang Kuliner Indonesia

Bagaimana bisa sebuah burger mengubah nasib Velly Kristanti dan mampu hasilkan omset hingga milyaran rupiah per bulan? Beginilah ceritanya.

Bermula dari Pondok Sayur Asem
Rumah makan Pondok Sayur Asem adalah usaha yang pernah dirintis Velly Kristanti dan suaminya, Gatut Cahyadi, pada 2002 saat masih berstatus pegawai kantoran. Namun, usaha rumah makan itu tidak terlalu sukses, ia pun sempat frustrasi.
Tahun 2004, Velly dan suami terjun bebas melepaskan status pegawai dan mendirikan bisnis advertising syariah dan gagal lagi. Kemudian, bisnis IT juga pernah dilakoninya dan setali tiga uang, kesuksesan belum juga menghampiri.
Hingga sampai di titik nol dan satu-satunya yang mereka punya hanya Pondok Sayur Asem di daerah Pekayon, Bekasi, yang sempat tidak mereka pedulikan. Berawal dari situ, ide membuat makanan untuk anak muda yang cepat, halal, dan nikmat pun terbersit dan burger dipilih sebagai pilot project-nya.
Mengaku tak pernah belajar dari chef mana pun, Velly dan suami menganalisis dan meracik sendiri visi burger mereka, tentunya yang khas dan pas dengan lidah orang Indonesia.
Segala macam buku tentang burger dipelajari hingga akhirnya Velly membuat sendiri burger yang Indonesia banget. Terbuat dari roti yang lembut dan daging berurat serta saus spesial, burger bikinan Velly ternyata digemari dan semakin laris dipesan. Intinya, bikin orang jadi ‘klenger’!
Klenger Menjelajah Negeri
Nama ‘klenger’ diambil dari kosakata bahasa Jawa yang bisa berarti ‘setengah mati’, atau ‘klepek-klepek’, namun, Velly lebih suka mempersepsikan ‘klenger’ dengan analogi ‘tobat sambel’, sudah tahu sambel pedas tapi mau lagi mau lagi. Begitulah nama ‘klenger’ akhirnya dikenal masyarakat, khususnya anak muda yang menjadi target market Klenger Burger.
Selain nama yang gampang diingat serta rasa dan servis yang memuaskan, Klenger Burger juga sukses dengan persebaran outletnya yang pada tahun 2010 ini berupaya mencapai target 100 outlet di seluruh negeri. Tak heran, “Jelajah Negeri” jadi tema Klenger Burger untuk tahun ini.
Sepertinya, target itu akan mudah tercapai mengingat hingga April 2010 ini, Klenger sudah mempunyai 63 outlet yang tersebar di Jabotabek, Bandung, Kuningan, Bali, dan Medan.Selain itu, ada 8 outlet yang mau opening, serta tambahan 6 outlet yang sedang dalam preparation juga.

Outlet Foodteran Klenger Burger di Bintaro
Dalam hal paten, Klenger Burger tak mau kalah cepat. Sejak lahir, brand Klenger sudah dipatenkan atas nama Velly Kristanti.Meskipun demikian, tiruan Klenger Burger ternyata sudah merajalela dan Velly pun mewanti-wanti agar masyarakat dapat dengan bijak memilah mana Klenger asli dan mana yang palsu.
Velly pun masih mengurus kasus tersebut lewat jalur hukum. Selain hak paten, sertifikat halal dari MUI pun sudah dikantongi sejak Klenger masih dibuat secara rumahan di Bekasi hingga Klenger diproduksi massal dengan menggunakan mesin saat ini.

Logo Klenger Burger pun mempunyai filosofi yang tak kalah keren. Kalau Anda biasa melihat tulisan merk burger ada di tengah-tengah gambar burger, Klenger Burger menyajikan logo yang berbeda.
Tulisan “Klenger Burger” ada di atas burger, yang artinya kurang lebih, kita sebaiknya melihat segala sesuatu tak hanya dari pandangan mata tapi dari segala aspek, istilah kerennya: Beyond Burger.
Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung
Filosofi tersebut dianut Klenger untuk lebih dekat kepada masyarakat. Untuk memperkenalkan burger dengan cita rasa Indonesia, tak serta merta Klenger memaksakan rasa tertentu kepada masyarakat.
Sebaliknya, pendekatan rasa dan budaya digunakan Klenger untuk menarik market. Misalnya saja, di Medan, Klenger membuat menu spesial, yaitu burger omelet yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat yang sangat suka dengan telur.
Selain burger, Klenger juga memperkenalkan brand Pizza Kriuk, Clemots Coffee, dan Kweker Fried and Grilled Duck. Pizza bikinan Klenger juga masih bercita rasa Indonesia, misalnya saja pizza balado dan pizza sate.
Klenger memang addict untuk membuat brand-brand baru di bawah PT Kinarya Anak Negeri (KAN), perusahaan yang digawangi Velly dan suami. Brand-brand ini pun mempengaruhi strategi marketing Klenger ke masyarakat, dan tentunya investor yang berminat menjadi Franchisee.
Kini, sudah ada Burins (Burger Instan) yang menganut konsep take away, dapat ditemui di jaringan Alfa Express dan Circle K, 2K (Klenger Kriuk) yang menyediakan menu burger dan pizza dengan tempat buat kongkow yang asyik, Foodteran dengan konsep kolaborasi Klenger Burger, Pizza Kriuk, dan Clemots Coffee dalam satu area yang menyuguhkan pilihan variasi lengkap dengan teknologi support Free WIFI.

Ujian Ibarat Semester Pendek
Ibarat semester pendek saat kuliah, Velly merasakan ujian yang menimpanya dalam waktu singkat telah membawa begitu banyak pelajaran berharga. Dari ditipu orang, modal habis-habisan, sampai frustrasi, membuat Velly dan suami belajar ikhlas dan mencoba bangkit dari keterpurukan.
Percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin serta kesuksesan itu bukan suatu proses yang instan adalah resep Velly dalam menggodok bisnisnya. Meski bisnisnya berkembang pesat, Velly merasa belum di puncak sukses. Ibu dari Raka dan Zahra lulusan D3 Sastra Belanda FIB UI ini masih merasa banyak PR yang harus dikerjakannya.
Mulai dari maintenance outlet, training SDM, hingga pengembangan usaha. Soal tawaran dari luar negeri, Velly mengaku, telah menampik tawaran tersebut karena ingin berjaya di negeri sendiri baru menginjakkan kaki di negeri orang.
Outlet Klenger Burger diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Green Box, Yellow Box, dan Red Box. Untuk Outlet Green Box, omset yang diraup Klenger dapat mencapai lebih dari Rp2 juta/hari, Yellow Box Rp1—Rp1,5 juta/hari, Red Box kurang dari Rp1 juta/hari.
Sementara outlet yang baru dibuka digolongkan di Blue Box yang butuh penanganan khusus serta ada pula Black Box yang merupakan golongan outlet yang perlu direlokasi dan ditinjau kembali.
http://muktimachine.blog.unsoed.ac.id/2011/11/28/klenger-burger-kisah-sukses-pejuang-kuliner-indonesia/

Kisah Sukses McDonald’s

Inilah kisah sukses restoran siap saji Mc Donald dimulai di tahun 1940 dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino, California. Mereka memperkenalkan “Speedee Service System” pada tahun 1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji moderen. Maskot awal McDonald’s, yang bernama Speede, adalah seorang pria dengan kepala berbentuk hamburger yang menggunakan topi koki. Speede kemudian digantikan oleh Ronald McDonald di tahun 1963.
McDonald’s saat ini tidak menjadikan tahun 1940 sebagai tahun kelahiran restoran McDonald’s. Mereka memilih 15 April 1955, ketika Ray Kroc membeli lisensi waralaba McDonald’s dari Dick dan Mac di Des Plaines, Illinois, sebagai hari kelahirannya. Kroc kemudian membeli saham dari McDonald’s bersaudara dan memimpin perusahaan ini melakukan ekspansi ke seluruh dunia. Saham McDonald’s mulai dijual kepada publik tahun 1965.
Sifat agresif yang dimiliki Kroc bertentangan dengan keinginan McDonald bersaudara. Kroc dan McDonald bersaudara bertikai untuk mengontrol bisnis ini, namun akhirnya McDonald bersaudara lah yang pergi meninggalkan perusahaan. Pertikaian ini didokumentasikan baik dalam otobiografi Kroc maupun otobiografi McDonald bersaudara. Situs di mana McDonald bersaudara pertama kali mendirikan restoran kini dijadikan monumen.
Dengan ekspansi agresifnya ke seluruh penjuru dunia, McDonald’s dijadikan sebagai simbol globalisasi dan penyebar gaya hidup orang Amerika.
Pada tahun 1960, terdapat lebih dari 200 saluran McDonald’s di seluruh Amerika, perluasan cepat yang dikobarkan oleh biaya franchise yang rendah. Ray Kroc telah menciptakan salah satu merek yang paling kuat sepanjang masa. Tetapi dia nyaris tidak mendapat keuntungan. Akhirnya, dia memutuskan untuk menggunakan real estate sebagai pendukung keuangan yang menyebabkan McDonald’s menjadi operasi yang menguntungkan. Pada tahun 1956, Kroc mendirikan Franchise Realty Corporation, membeli tanah dan bertindak selaku pemilik restoran bagi pembeli franchise yang penuh minat.
Dengan langkah ini, McDonald’s mulai memperoleh penghasilan yang sesungguhnya, dan perusahaan pun lepas landas. Kroc kemudian memperkenalkan program periklanan nasional untuk mendukung franchise yang tersebar dengan cepat; dan setelah tampak bahwa pertumbuhan di wilayah asal perusahaan ini melambat pada awal tahun 1970-an, dia memulai dorongan yang penuh semangat dan sukses untuk membuat kehadiran global bagi McDonald’s. Sepanjang pertumbuhan perusahaan yang spektakuler, Kroc melakukan akrobat keseimbangan berjalan di atas rentangan tali yang sulit, memberlakukan standar yang keras di seluruh sistem sementara mendorong semangat wirausaha yang menyambut baik gagasan dari semua tingkat. Banyak gagasan ini yang memberikan sumbangan kepada keberhasilan perusahaan yang menakjubkan. Dalam mengumpulkan kekayaan sebesar $500 juta, raja hamburger ini mengubah lansekap budaya bangsa dan menempa sebuah industri yang termasuk di kalangan ekspor Amerika yang terbesar. Keberhasilan McDonald’s yang ditiru secara meluas menawarkan contoh yang baik sekali bagi manajer dan eksekutif zaman sekarang yang berusaha mencari efisiensi produksi yang lebih besar.
Dengan menempatkan hamburger yang bersahaja di atas jalur perakitan, Kroc menunjukkan kepada seluruh dunia bagaimana cara menerapkan pross manajemen yang maju pada usaha yang paling membosankan. Supaya bisa maju dengan cara McDonald’s, perusahaan-perusahaan harus menetapkan prinsip dasar pelayanan yang mereka tawarkan, memecah-mecah pekerjaan menjadi bagian-bagian, dan kemudian terus-menerus merakitnya kembali dan menyempurnakan banyak langkah sampai sistem berjalan tanpa kekangan. Hari ini, perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam antara pizza, pemrosesan klaim asuransi, atau menjual mainan mendapat keuntungan dari jenis sistem yang dipelopori oleh Ray Kroc. Sampai tingkat ketika operasi seperti ini menjaga pengendalian mutu, dan memelihara kepuasan pelanggan, keuntungan akan mengalir.
Sebagai salesman mesin susu kocok, Raymond Kroc secara rutin mengunjungi kliennya. Tetapi ketika salesman berumur lima puluh dua tahun ini pergi dari rumahnya dekat Chicago ke California selatan untuk menemui dua kliennya yang terbesar, hasilnya sama sekali bukan hal rutin. Maurice dan Richard McDonald meninggalkan New Hampshire pada tahun 1930, berusaha mencari peruntungan di Hollywood. Karena tidak bisa mendapatkan hasil besar di Tinseltown, kakak beradik ini akhirnya menjadi pemilik restoran drive-in di San Bernardino, kota kecil berdebu sejauh lima puluh lima mil di sebelah timur Los Angeles. Sementara kebanyakan restoran membeli satu atau dua Prince Castle Multimixer, yang bisa mencampur lima gelas susu kocok sekaligus, McDonald bersaudara membeli delapan buah. Dan Kroc ingin tahu jenis operasi apa yang membutuhkan kemampuan membuat empat puluh gelas susu kocok pada saat saat yang bersamaan. Maka dia pergi ke San Bernardino, dan apa yang dilihatnya di sana mengubah kehidupannya. Kroc berdiri di keteduhan dua gerbang lengkung keemasan restoran yang gemerlapan, yang menerangi langit di senja kala, dan melihat antrian orang-orang yang berkelok-kelok seperti ular di luar restoran yang berbentuk segi delapan. Melalui dinding bangunan yang selurunya terbuat dari kaca, dia memandangi para karyawan pria, yang memakai topi kertas dan seragam putih, sibuk di restoran yang sangat bersih, menyajikan burger dalam piring, kentang goreng dan susu kocok kepada keluarga-keluarga kelas pekerja yang berdatangan naik mobil. “Sesuatu pasti sedang terjadi di sini, saya mengatakan kepada diri sendiri,”
Kroc kemudian menulis dalam otobiografinya, Grinding It Out. “Ini pasti operasi perdagangan paling menakjubkan yang pernah saya lihat.” Tidak seperti begitu banyak operasi pelayanan makanan yang pernah ditemui oleh Krock, tempat ini mendengung seperti mesin yang ditun-up dengan sempurna. Sebagaimana Forbes menyatakannya, “singkatnya, kakak-beradik ini mendatangkan efisiensi kepada bisnis yang cepat.” Mereka menawarkan menu sembilan jenis makanan – burger, kentang goreng, susu kocok, dan pai – menyingkirkan tempat duduk, serta menggunakan alat makan kertas dan bukannya kaca atau porselen. Mereka juga merancang jalur perakitan kasaran sehingga mereka bisa melayani pesanan dalam waktu kurang dari enam puluh detik.
Kroc seketika tahu bahwa dia telah melihat masa depan. “Malam itu dalam kamar motel saya, saya berpikir keras tentang apa yang saya lihat siang harinyal. Bayangan restoran McDoland’s yang tersebar di sekitar perempatan jalan di seluruh negara berpawai melalui otak saya.”
Dengan persetujuan di tangan, Kroc mulai memenuhi bayangannya tentang restoran McDonald’s yang meledak dari pantai ke pantai. Dia memulai dengan membangun mata rantai pertama kongsi restoran ini – sebuah model eksperimewntal di Des Plaines, illinois, di luar kota Chicago, yang bersifatkan harga rendah yang sama, demikian pula menu yang terbatas, dan pelayanan cepat seperti di restoran San Bernardino. Restoran yang dibuka pada tanggal 15 April 1955 ini mencapai penjualan yang terhormat sebesar $366,12 dengan cepat memasukkan keuntungan. Kroc mengawasi restoran ini dengan waspada seperti seorang ibu baru, secara pribadi memimpin kegiatan dapur dan mengorek sisa permen karet dari pelataran parkir dengan pisau raut. Bagi Kroc, meniru satu kedai tunggal kakak-beradik McDonald baru permulaannya. Supaya bisa membangun kongsi restoran, Kroc tahu bahwa dia harus memberlakukan disiplin atas industri restoran yang dikelola secara longgar. Dan itu berarti menyempurnakan prosedur operasi yang distandarkan dalam proses yang bisa ditiru. Empat puluh tahun sebelumnya, Henry Ford sudah menyadari bahwa produksi masal mobil memerlukan perkawinan antara presisi bagian-bagian mobil dan proses perakitan yang efisien. Wawan Kroc adalah menerapkan disiplin yang sama pada pembuatan sandwich.
Dengan menggunakan gagasan bahwa “ada ilmu untuk membuat dan menyajikan hamburger,” Kroc memberikan kepada kepingan daging sapi gilingnya spesifikasi yang tepat – kandungan lemak: di bawah 19 persen; berat: 1,6 ons: garis tengah: 3,875 inci; bawang: ¼ ons . Kroc bahkan membangun sebuah laboratorium di pinggiran kota Chicago untuk merancang metode pembuatan kentang goreng yang sempurna pada akhir tahun 1950-an. Bukannya sekedar memasok pembeli franchise dengan rumus susu kocok dan eskrim, Kroc ingin menjual kepada mitra barunya satu sistem operasi. Dengan lain perkataan, dia membuat cap satu pelayanan. Dan ini sarana revolusioner yang akan digunakan oleh McDonald’s untuk menciptakan kongsi restoran yang di dalamnya satu restoran di Delaware dan satu restoran di Nevada akan menyajikan burger yang tepat sama ukuran dan mutunya, masing-masing berisi potongan acar yang sama, setiap burger disajikan dalam talam yang serupa bersama kentang goreng yang dimasak dengan lamanya waktu yang sama. Sebagaimana yang diingat oleh Kroc, “Kesempurnaan sulit sekali dicapai, dan kesempurnaanlah yang saya inginkan dalam McDonald’s. Segala hal lainnya sekunder bagi saya.”
Tetapi tuntutan yang serba tepat melayani satu tujuan strategis. “Tujuan kami, tentu saja, adalah memastikan bisnis yang berulang berdasarkan reputasi sistem dan bukannya
mutu satu restoran atau operator tunggal,” kata Kroc. Walaupun franchise McDonald’s bertumbuhan dimana-mana di seluruh daerah di Barat Tengah dan Barat seperti bunga liar setelah hujan musim semi, keberhasilan perusahaan rupanya berumur pendek. Sementara persetujuan asli yang dijalin dengan kakak-beradik McDonalds menyebabkan Kroc menyayangi pembeli franchise yang paling awal, ini juga menyebabkan perusahaan yang baru lahir ini langsung menuju kemungkinan bangkrut. Selama tahun 1960, ketika kongsi restoran ini mengeruk uang $75 juta dalam penjualan, penghasilan McDonald’s hanya $159.000. “Singkatnya, konsep Kroc untuk membangun McDonald’s, John Love. Dan rumah kartu impian Kroc mulai runtuh di bawah bobotnya sendiri. Sementara terbenam dalam utang dan tanpa pertumbuhan keuntungan yang bisa dibayangkan, Kroc menghadapi satu dilema yang klasik. Dia tidak mampu memperluas usaha. Dan dia tidak bisa tetap terapung.
Untunglah, Harry Sonnenborn menemukan pemecahan. Dia berpikir McDonald’s harus mendapatkan uang dengan menyewa atau membeli lokasi yang akan dijadikan kedai dan kemudian menyewakannya kembali kepada pembeli franchise mula-mula dengan peningkatan harga 20 persen, dan kemudian 40 persen. Di bawah rencana ini, McDonald’s akan mencari lokasi yang sesuai dan menandatangani perjanjian sewa dengan bunga yang ditentukan. Strategi real estate pas sekali dengan tujuan penguasaan Kroc yang lebih besar. Bukannya menjual franchise geografis sebagai selubung, yang akan memberikan kepada pemegangnya hak untuk membangun sebanyak-banyaknya atau sesedikit-sedikitnya kedai sekehendak hatinya disuatu kawasan tertentu, Kroc hanya menjual franchise individual, dengan biaya rendah $950. Ini mematikan bahwa operator yang tidak bersedia bermain mengikuti aturannya hanya bisa membuka tidak lebih dari satu saluran. Setelah menyerahkan urusan keuangan yang stabil ke tangan Harry Sonnenborn yang ahli, Kroc mulai memperluas dan memprofesionalkan kerajaan industri yang sedang tumbuh ini. Di bawah konsepsinya yang baru, setiap pembeli franchise dan operator seperti seorang manajer pabrik. Karena mengetahui bahwa ukuran bagi kompleks industri yang maju adalah manajemen profesional, pada tahun 1961 Kroc meluncurkan satu program latihan-di restoran baru di Elk Grove Village, Illinoiss. Di sana, kelompok pelaksana melatih pembeli franchise dan operator dalam metode ilmiah mengelola McDonald’s yang sukses dan melatih mereka dalam ajaran kroc tentang Mutu, Pelayanan, Kebersihan dan Nilai. “Saya menaruh hamburger pada jalur perakitan,” Kroc suka mengatakan. Hamburger juga berisi laboratorium penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan mekanisme memasak, membekukan, menyimpan, dan menyajikan. Di mana pun juga tidak ada dikotomi antara pengendalian pusat dan otonomi operasi yang lebih kentara daripada dalam iklan.
Pada hari Natal akhir tahun 1950-an, Turner dan para manajer lainnya bisa berkeliling Chicago Loop dengan “Kereta Sinterklas,” sebuah truk eskrim yang diubah menjadi restoran drive-in McDonal’s yang beroda. Namun kendati sangat menyukai cara menjajakan barang dagangan model kini ini, McDonald’s tidak mempunyai strategi periklanan untuk seluruh perusahaan. Sebaliknya, ketika operator Minneapolis Jim Zein melihat penjualannya meledak pada tahun 1959 setelah memasang iklan radio, Kroc mendorong para operator untuk memanfaatkan gelombang udara dengan kampanye mereka sendiri. Iklan yang sukses membantu penggalakan pertumbuhan yang lebih besar. Dan pada tahun 1965, dengan 710 restoran McDonald’s tersebar dalam empat puluh empat negara bagian, $171 juta dalam penjualan, dan neraca yang relatif mantap, akhirnya McDonald’s mekar sepenuhnya. Perusahaan ini go public pada tanggal 15 April, tepat sepuluh tahun sampai ke harinya setelah Kroc membuka kedai Des Plaines, menjual 300.000 saham dengan harga per lembar $22,50. Banyak saham ini yang ditawarkan oleh Kroc, yang mengeruk uang $3 juta dalam penjualan. Kroc mengerahkan uang tunai ini untuk memperluas perusahaan dan melawan pesaing yang dengan cepat menyebar di mana-mana, sebab keberhasilan perusahaan telah melahirkan banyak imitasi yang berusaha memanfaatkan industrialisasi fast food yang semakin meningkat. Melalui pertumbuhan yang pesat dan iklan yang meluas, McDonald’s pada awal tahun 1970-an menjadi kongsi restoran fast food yang terbesar di seluruh negara dan sifat yang mudah dikenali dari lansekap budaya Amerika. Dan penguasa tertinggi McDonaldland, Ray Kroc, menjadi seorang tokoh yang bertingkat nasional. Pada tahun 1972, ketika lebih dari 2.200 saluran McDonald’s mengeruk penjualan $1 milyar,
kroc menerima hadiah Horatio Alger dari Norman Vincent Peale.
Sementara nilai saham pemilikannya meningkat menjadi kira-kira $500 juta. Sementara produk McDonald’s menjadi makanan pokok Amerika, hal ini membangkitkan keinginan menyelidiki wartawan dan politikus pembaharuan yang suka mencari-cari kejelekan, raksasa industri profil tinggi Ray Kroc juga menarik perhatian dari banyak pihak. Sementara produk McDonald’s menjadi makanan pokok Amerika, hal ini membangkitkan sikap tinggi hati kaum elit industri makanan. Mimi Sheraton dari New york magazine menyatakan: “Makanan McDonald’s mengerikan secara tidak ketulungan, tanpa keindahan apa pun.” Para politikus juga memperhatikan. Pada tahun 1974, ketika nilai pasar perusahaan ini melampaui nilai U.S. Steel yang maju dengan lambat, Senator Lloyd Bentsen mengeluh: “Ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi kita kalau pasar saham lebih banyak dalam hamburger dan lebih sedikit dalam baja.”
Banyak analis yang memandang pertumbuhan McDonald’s yang pesat sebagai hal yang tidak akan bisa dipertahankan. Tetapi Kroc merasa yakin bahwa perusahaan perlu terus berkembang supaya bisa bertahan hidup. “Saya tidak percaya dengan kejenuhan,” dia berkata. “Kami berpikir dan bicara dalam tingkat seluruh dunia.” Kroc membayangkan sebuah dunia yang di dalamnya 12.000 pasang Gerbang Lengkung Keemasan akan berdiri sebagai pos luar sebuah kerajaan perdagangan yang perkasa. Mendirikan pangkalan di ibu kota negara-negara Eropa baru permulaannya. Dengan berlalunya waktu sepuluh tahun, seribu restoran yang dibuka oleh perusahaan di luar negeri menggalakkan 27 persen tingkat pertumbuhan tahunan. Kongsi restoran ini begitu universal dikenal sebagai lambang usaha Amerika dan berpengaruh, sehingga ketika gerilyawan Marxis meledakkan sebuah restoran McDonald’s di San Salvador pada tahun 1979, mereka menyatakan bahwa tindakan teroris ini sebuah pukulan mematikan terhadap “imperialis Amerika.” “Walaupun McDonald’s mencapai sukes, dan kekayaan pribadinya mencapai $340 juta, dia selalu khawatir,”
Forbes menulis pada tahun 1975, “Kalau Kroc bepergian, dia bersikeras menyuruh sopirnya membawanya paling sedikit ke enam restoran McDonald’s untuk melakukan inspeksi kejutan.”. Walaupun dia membunuh persaingan, persaingan tidak membunuh Ray Kroc. Dia meninggal dunia dalam usia lanjut pada bulan Januari 1984, pada umur delapan puluh satu tahun, tepat sepuluh bulan sebelum McDonald’s menjual hamburger yang ke-50 milyar.
Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang.
Lambang McDonald’s adalah dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan mereka dan dapat segera dikenali oleh masyarakat luas.
Restoran McDonald’s pertama di Indonesia terletak di Sarinah, Jakarta dan dibuka pada 23 Februari 1991:idea:. Berbeda dari kebanyakan restoran McDonald’s di luar negeri, McDonald’s juga menjual ayam goreng dan nasi di restoran-restorannya di Indonesia.

Saturday, June 2, 2012

Kisah Sukses Bakso Cak Eko

Bukan gelar insinyur yang membawa Henky Eko Sriyantono sukses menggeluti bisnis kuliner. Sikap pantang menyerahlah yang menjadi modal utama lulusan teknik sipil ini dalam meraih kesuksesan. Saat ini, bisnis bakso Malang Cak Eko miliknya telah memiliki sedikitnya 101 gerai di seluruh penjuru Tanah Air.

Kisah Sukses Bisnis Warung Ayam Penyet

BISNIS AYAM PENYET — Meski kesuksesan hidup telah diperoleh Muhammad Rozin atau akrab disapa Pakde , tidak membuatnya merubah penampilannya yang sederhana dan bersahaja. Pakde merupakan pria pemilik warung makan ayam penyet Budhe di Bengkong, Batam, Kepulauan Riau. Berkat usaha warung makan ayam penyet inilah ia bisa membeli rumah, mobil dan berbagai keperluan hidupnya. Tidak hanya satu warung makan ayam penyet yang telah didirikan, ada beberapa rumah makan ayam penyet yang ia kelola di Batam. Pengunjungnya bisa mencapai ratusan orang per hari.

Jokowi: Makanan Indonesia Pantas Go International!

Jokowi: Makanan Indonesia Pantas Go International!

Johan Sompotan - Okezone
KULINER Indonesia dikenal masyarakat dunia lantaran kekuatan aroma dan rasanya. Bahkan menurut Jokowi, salah satu calon Gubernur DKI Jakarta, kuliner Nusantara pantas go international.

"Kalau Anda tanya makanan Solo layak go intenational atau tidak? Saya menjawab, bisa!," tegas Jokowi ketika berkunjung ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2012).

Dia menambahkan, Indonesia sebaiknya tidak keburu puas ketika salah satu menunya, yakni rendang, menjadi santapan terenak di dunia. Prestasi ini sempat diraih ketika rendang menempati urutan teratas “50 Makanan Terbaik di Dunia” versi situs CNNGo. Menurutnya, prestasi ini semestinya memicu pelaku industri kuliner, khususnya, untuk semakin memerbaiki kualitas makanan yang diproduksi.

"Makanan di Indonesia semuanya layak, hanya mungkin kemasannya perlu dibuat lebih menarik, management product-nya harus diperbaiki," tambahnya.

Dia mengimbuhkan, pelaku industri kuliner Indonesia harus belajar lebih banyak dari negara-negara tetangga tentang manajemen dan promosi kuliner agar masakan Nusantara selalu disukai masyarakat dunia.

"Coba Anda lihat makanan-makanan luar negeri, seperti Chinese, Vietnam, Thailand, semua ada dimana-mana. Kenapa Indonesia yang sangat kaya kuliner tidak bisa diangkat? Kekeliruannya ada di managemen, produknya enggak dibangun, kita harus belajar lagi," lanjutnya.

Untuk membangun kuliner Indonesia, Jokowi berpesan agar pelaku industri ini lebih berani menjual produknya ke pasar internasional. "Buat kemasan yang baik, bentuk, rasa, serta aroma makanan harus dibuat dengan benar," tutupnya. (ftr)
 

Steen Puggaard, Sang Master Bisnis Kuliner CT Corporation

Ingin menikmati menu masakan dalam suasana glamor bergaya Eropa atau Barat? Anda bisa mencoba menyambangi Artiste Cafe & Lounge di Trans Studio Bandung. Di kafe yang mengusung konsep dining ini nuansa dan gaya Western-nya sangat kental. Menempati area dua lantai, interior Artiste ditata dengan warna dominan merah marun dan keemasan. Dengan suasana yang cozy dan menu Eropa-nya, tak heran kafe ini merupakan tempat kongko favorit para artis yang sering tampil di Trans TV.

Friday, June 1, 2012

Nasi Goreng DITAMI

NASI GORENG DITAMI (Pusat Nasi goreng), Food from Indonesia
Berawal dari keinginan menolong teman yang baru keluar dari tempatnya bekerja namun memiliki keahlian memasak dan di dorong pula keinginan dan impian untuk menonjolkan salah satu ikon makanan yang bisa membanggakan Indonesia di dunia International, Bang TAMS merintis usaha Nasi Goreng dengan nama NASI GORENG DITAMI (Pusatnya Nasi Goreng) dengan menonjolkan banyaknya variasi Nasi Goreng yang dikoleksi dari berbagai sumber. Impiannya, bagaimana bisa menjadikan Nasi Goreng Ditami menjadi berkembang pesat dan memungkinkan menjadi seperti Pizza Hut yang  bisa Go International, mengingat Secara International Nama Nasi Goreng telah dikenal luas.



Brownies dari Tepung Singkong

Siapa tak kenal brownies??. Cake cokelat yang bantat atau kenyal, dengan rasa khasnya yang manis dan legit. Makanan ini sempat menjadi santapan terkenal karena ada beragam model pengolahannya. Mulai dari brownies oven sampai kukus. Selama ini yang kita tahu brownies di buat dengan bahan dasar tepung terigu. Lalu bagaimana jika cake hitam manis ini dibuat dengan menggunakan tepung singkong?? Apakah rasa dan bentuknya akan tetap sama??

Peluang Usaha Roti Unyil Aneka Topping & Isian

Roti Unyil adalah adalah kue khas bogor yang sangat populer. Anda ingin mencoba membuatnya? berikut resep dasar dan resep variasi roti unyil. selamat mencoba!
Resep Dasar Roti Unyil

Peluang Bisnis Martabak Unyil

Kuliner martabak, merupakan sajian yang biasa ditemukan di Arab Saudi terutama di wilayah Hijaz, selain itu terdapat pula di Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei. Tergantung pada lokasinya, nama dan komposisi martabak pun dapat bervariasi.
Di Indonesia ada dua jenis martabak, yaitu martabak asin yang terbuat dari campuran telur dan daging. Dan martabak manis atau sering kita kenal dengan sebutan terang bulan yang terebuat dari adonan tepung terigu dan coklat kacang. Berbeda dengan martabak telur, martabak manis merupakan jenis kue atau roti isi selai yang biasa dinikmati pada saat santai sebagai camilan ringan.

Peluang Usaha Kuliner Dorayaki

Yang Khas dari Dorayaki
Dorayaki adalah kue yang berasal dari Jepang. Dorayaki termasuk golongan kue tradisional Jepang (wagashi). Bentuknya bundar sedikit tembem, terdiri atas dua lembar kue yang direkatkan dengan selai kacang merah. Dorayaki memiliki tekstur yang lembut karena adonannya mengandung madu. Di Indonesia, makanan ini mulai dikenal bersama dengan kepopuleran animasi Doraemon. Tokoh robot Doraemon mempunyai kegemaran makan kue dorayaki. Dorayaki yang dijual di Indonesia rasanya sudah disesuaikan dengan selera lokal. Jadi, selain dorayaki isi selai kacang merah, terdapat juga dorayaki berisi selai cokelat, kacang hijau, dan keju. Di beberapa daerah, dorayaki juga dikenal dengan sebutan Obanyaki.

RUMAH MAKAN RAWON GULING: MAKANAN TRADISIONAL BERTAHAN KARENA PUNYA PASAR YANG UNIK


Boomingnya bisnis makanan di Indonesia disusul munculnya merek-merek baru pada bisnis ini, tak membuat makanan tradisional kehilangan penggemarnya. Tengok saja, masakan Padang dengan warung makan Padang yang tersebar di mana-mana, hingga sate dan soto Madura yang tidak pernah mati di  berbagai sudut kota Jakarta.

Salah satu makanan tradisional yang memiliki penggemar tersendiri dan  telah difranchisekan adalah Rumah Makan Tradisional Rawon Guling asal Jawa Timur yang beroperasi sejak sebelum Indonesia Merdeka (1941), di perbatasan Pasuruan memasuki Probolinggo Jawa Timur. Kendati sudah berusia lebih dari setengah abad, rumah makan yang menyajikan menu khas Jawa Timut ini  baru difranchisekan sejak Mei tahun lalu.

SATE GURAMI YANG GURIH, PENGGODA SELERA


Salah satu makanan khas dari Madura yang cukup dikenal, adalah kuliner sate. Namun seiring perkembangan, para pengusaha rumah makan di Madura, makin kreatif menciptakan menu baru berbumbu sate Madura. Salah satu adalah menu sate gurami yang gurih.

Seperti namanya, sate gurami tentu berbahan utama ikan gurami, yang dibersihkan terlebih dahulu, terutama pada bagian sisik luarnya. Setelah cukup bersih, daging gurami segar ini kemudian di iris kecil–kecil seperti hal nya mengiris daging untuk sate pada umumnya. Selanjut nya, daging gurami ini dicampur dengan bumbu rempah-rempah terlebih dahulu, sebelum dipanggang. Rahasia kelezatan sate gurami, memang terletak pada adonan bumbu yang dicampurkan dengan daging sate, saat hendak dipanggang.

Thursday, May 31, 2012

Mencicip Gurihnya Ayam Bakar dan Steik dari Magelang


Bagi kebanyakan orang Indonesia, makanan olahan ayam sudah menjadi menu pilihan yang akrab di lidah. Tengok saja, hampir di setiap sudut jalan terdapat warung makan menjajakan menu ayam.

Kendati tempat makan yang menjajakan menu ayam berjibun, toh penggemar ayam terus bertambah. Malah, usaha makanan berbahan ayam kian menjamur, termasuk berbagai tawaran waralaba ayam. Salah satu tawaran waralaba datang dari Nareswari Group, pemilik usaha Ayam Bakar & Steak Madukoro. Sejak 2008 lalu, perusahaan berbasis di Magelang, Jawa Tengah ini mulai menawarkan waralaba ayam bakar dan steiknya.

Empuknya Kuliner Ayam Tulang Lunak

Masakan ayam telah menjadi makanan yang cukup favorit di tengah masyarakat kita. Salah satu pilihannya adalah ayam kampung yang terkenal dengan cita rasa yang lebih gurih dan disukai banyak orang. Meski demikian sebagian orang tidak menyukai daging ayam kampung karena alot dan bertulang keras. Hal inilah yang mendasari Kuliner Ayam Tulang Lunak Gerobakan membuat inovasi masakan dari ayam. Tidak hanya daging ayam saja yang bisa dinikmati tetapi sampai tulang belulangnya bisa dinikmati.

AYAM BAKAR MAS MONO


Saturday, May 19, 2012

Bisnis Pizza di Indonesia

Bicara mengenai peluang usaha dari jenis roti, pizza merupakan salah satunya yang belum banyak pelaku bisnisnya. Padahal, kita mengakui bahwa pizza telah menjadi kesukaan banyak orang Indonesia sejak bertahun-tahun yang lalu. Untuk dapat menikmati pizza, kebanyakan dari masyarakat Indonesia masih mengonsumsi roti lezat ini di restoran atau hut-hut dari pewaralaba pizza luar negeri. Padahal lagi, orang Indonesia sendiri sekaranag sudah mampu membuat dan menyajikan roti loyang ini dengan tidak kalah enak.

Peluang Bisnis Kuliner Indonesia


Setiap manusia membutuhkan makan, setidaknya tiga kali sehari. Indonesia juga sangat terkenal dengan keragaman kulinernya dan merupakan surga kuliner dunia. Apalagi sekarang lagi popular trend wisata kuliner yang dikenalkan oleh Mr. Bondan.